Kamis, 25 Agustus 2016

Free Creative Package: “What Would Jesus Post?”

Free Creative Package: “What Would Jesus Post?”

CP - WWJP
Support a series on wise use of social media using these creative elements.

Free Creative Package

From CCV Resources, “Posts, tweets, pins and likes. Let’s face it, we’re always online. It doesn’t take much to get to a place where our lives are described in only 140 characters. Join us as we discover what Jesus would post in today’s society of viral videos, hashtags and selfies.”
This creative package includes:
  • Editable Photoshop File – 1920×1080 px; 72dpi; .psd
  • Image for HD Screens – 1920×1080 px; 72dpi; .jpg
  • Social Media Squares for Facebook & Instagram – 700×700 px; 72dpi; .jpg


Get Download Now

Resource provided by CCV Resources

What Does the Rise of Nudity on TV Say About Our Youth?

What Does the Rise of Nudity on TV Say About Our Youth?

What Does the Rise of Nudity on TV Say About Our Youth?
Nudity on TV is way up—so why are young people shrugging their shoulders?
In 2013, The Discovery Channel launched a show with the title Naked and Afraid. It’s now in its fifth season. The following year VH1 launched Dating Naked. The Season Three premiere was on this summer.
What’s next…Bowling Naked?
Nudity has been a draw for audiences since before I was born, but now, much more commonplace. Many of you might recall an article I wrote on the subject in 2013, The Naked Truth. That previous TV season had seen a 407 percent increase of “blurred nudity” than the season prior.
Blurred nudity is exactly what these two shows are all about. In Naked and Afraid a pair of strangers try to survive together for 21 days with no clothes or supplies. Not very sexually provocative by anyone’s standards, especially the poor editor who has to add all this blurring frame by frame. Dating Naked, on the other hand, has flirting, caressing and plenty of sexual talk as they talk about each other’s body parts and sexual attraction.
It’s interesting to see people polarize on this subject. Some say, “What’s the big deal? It’s natural!” Others are asking corporate sponsors to reconsider their support of “bottom of the barrel programming.”
All today’s parents know is, it’s becoming a little more difficult to find family-friendly programming on the numerous screens available in our houses.
Common Sense Media calls Dating Naked “gimmicky,” gives it 0 out of 5 starts for positive messages and positive role models, and rates the show for age 16+.
Here’s what I find amusing. Common Sense Media also posts reviews, showing what parents say and what kids say. Parents say the show should be 18+. Kids are saying it should be 11+. Here’s the review from the 13-year-old user-name “Nicholasmcc” who reviewed it…I’m leaving the spelling intact:
“kids should be allowed to watch it when there 11 because it’s just adults dating, nothing that naked and it’s not like its porn.”
Today’s youth have a different barometer than young people in the past.
In other words: NicholasMcc’s perspective shouldn’t be taken lightly…because he might just be in the majority. Today’s entertainment media is so inundated with nudity that sadly, Dating Naked is no big deal in comparison.
Are you familiar with what’s available on Netflix lately? Do you know what they’re actually seeing on shows like Orange Is the New Black? American Horror Story? Penny Dreadful?
Don’t get me wrong—Netflix is just like the TV in your living room, it’s a source of all kinds of entertainment, good and bad. The difference is, parents haven’t quite become savvy yet about exactly what little Johnny is streaming in his bedroom at night. That’s why parents need to take time to step into their kids’ world. They can even use Netflix binging as a connection point with their kids.
Are you having these conversations? (Here’s what one of those conversations can look like.)
Are you taking steps to help your kids be responsible with their mobile devices

RINTANGAN TERBESAR BAGI MAHASISWA UNTUK PERGI KE LADANG MISI

RINTANGAN TERBESAR BAGI MAHASISWA UNTUK PERGI KE LADANG MISI
Suami dan saya duduk bersama dengan sekitar 24 mahasiswa pada suatu malam untuk mendengarkan seorang penggerak misi menjawab pertanyaan mereka tentang pergi ke luar negeri setelah kuliah. Pertanyaan pertama adalah salah satu yang sering kami dengar: Bagaimana Anda bisa mengumpulkan uang ketika Anda baru saja lulus dari perguruan tinggi? Saya tahu pemuda itu mungkin merasa sedikit bingung ketika pertanyaannya dijawab dengan senyum dan gelengan kepala. Penggerak itu mengatakan kepada mereka bahwa uang tidak akan menjadi masalah mereka, dan sebagai gantinya ia meminta para mahasiswa untuk menebak apa yang menjadi penghalang utama mereka untuk pergi ke ladang misi setelah kuliah.
Misi Jangka Pendek
Jawaban-jawaban seperti pinjaman mahasiswa, kurangnya pelatihan, dan ketakutan, semua ditanggapi dengan gelengan kepala lagi. Di saat ruangan terdiam, mata penggerak itu bertatapan dengan mata saya. Saya tersenyum karena saya tahu betul apa jawabannya: itu adalah saya.
Penghalang nomor satu yang dihadapi pria dan wanita muda ini dalam upaya untuk membawa Injil ke luar negeri sering kali adalah para orangtua seperti saya.
Sebagian dari hal itu dapat dimengerti. Kita tidak sering menghabiskan waktu bersama mereka ketika mereka berada di perguruan tinggi, dan sesungguhnya, banyak dari kita yang tidak mendengar banyak kabar dari mereka saat mereka pergi. Jika mereka sudah dewasa, orangtua tidak perlu mendengar tentang hal itu. Ditambah lagi, sebagian besar dari kita harus bekerja keras dan mengeluarkan banyak uang agar mereka mendapatkan gelarnya. Bahkan, tanpa disadari, banyak orangtua yang mengharapkan semacam pengembalian investasi yang mahal. Lalu, ada kesan yang kita dapatkan dari hidup mereka di media sosial ... banyak foto minuman kopi, olahraga, dan tentu saja foto-foto selfie. Sekarang, tiba-tiba mereka memiliki gairah untuk orang-orang yang belum terjangkau Injil? Ya, beberapa orangtua bersikap skeptis, dan beberapa dari mereka memiliki alasan yang baik. Bagaimana kita mengetahui bahwa anak-anak kita tidak hanya ingin menunda pekerjaan selama beberapa tahun?
Apakah itu tampak kasar? Mungkin, tetapi jika Anda seorang mahasiswa, mungkin terdengar mirip dengan apa yang Anda perkirakan akan didengar dari orangtua Anda. Jadi, apa yang Anda lakukan? Bagaimana Anda mendekati orangtua Anda untuk dengan sungguh-sungguh menceritakan tentang semua hal yang digerakkan Tuhan di dalam hati Anda untuk orang-orang yang belum terjangkau di dunia kita? Berikut ada lima hal untuk diperhatikan.
  1. Libatkan orangtua Anda dalam prosesnya semenjak awal dan lakukan dengan sering.
    Kerinduan Anda untuk melayani ke luar negeri tidak boleh disampaikan secara spontan seperti yang Anda lakukan ketika Anda memutuskan untuk pergi ke pertandingan turnamen atau ketika mengganti warna rambut Anda. Orangtua Anda tidak ingin tiba-tiba mendengar, "Ibu, Ayah, setelah lulus, aku akan pindah ke Kamboja." Ceritakan proses ketika Anda melalui itu, bahkan di tahap yang paling awal.
    Jika Anda membaca postingan blog yang memengaruhi perspektif Anda tentang misi global, kirimkan postingan tersebut kepada teman yang memiliki pandangan yang sama dengan Anda dan kepada Ayah Anda dengan tambahan catatan mengapa Anda menyukainya. Jika Anda mendengar khotbah yang menggugah Anda, kirim tautannya kepada orangtua Anda dan beri tahu mereka tentang hal itu. Jangan khawatir tentang kurangnya respons mereka akan hal itu. Itu bukan untuk meyakinkan mereka. Itu hanya menunjukkan kepada mereka apa yang sedang Anda lihat. Ketika Anda menyampaikan kepada mereka apa yang ingin Anda lakukan, maka itu tidak akan menjadi kejutan, tetapi hanya langkah selanjutnya dari semua yang telah dilakukan Tuhan dalam diri Anda.
    Bagaimana jika mereka bukan orang percaya? Ceritakan saja semuanya. Anda tidak tahu bagaimana Allah akan melakukannya. Dan, ya, saya tahu bahkan semua itu mungkin tidak berjalan dengan baik. Ingat, Anda tidak mengurusi tanggapan. Fokuskan diri Anda untuk melakukan ketaatan Anda, bukan apa yang akan mereka lakukan terhadapnya.
  2. Lakukan kepada mereka terlebih dahulu apa yang ingin Anda lakukan untuk orang lain.
    Jangan meyakinkan mereka mengenai hal-hal yang akan berlaku di luar negeri untuk sesuatu yang bahkan tidak mereka lihat sebelumnya.
    • Ingin mengurus anak yatim piatu ... tetapi Anda meninggalkan piring kotor di tempat cucian?
    • Ingin menyelamatkan para gadis dari industri perdagangan seks ... tetapi Anda tidak membuat rencana untuk meluangkan waktu dengan adik perempuan Anda?
    • Memiliki hati untuk orang-orang yang belum terjangkau ... tetapi Anda merasa enggan datang ke reuni keluarga kita?
    • Menurut pendapat Anda, Anda dapat bepergian ke seluruh dunia ... tetapi tidak dapat mengatur agar pekerjaan Anda selesai tepat waktu?
    • Menginginkan orang tua untuk meminta teman-teman mereka memberi Anda uang ... tetapi Anda baru saja membeli sepasang Toms dan latte yang baru saja kamu tweet?
    Yesus memerintahkan kita untuk pergi, untuk menjadikan semua bangsa murid, tetapi jangan lupa bahwa Dia mengatakan kepada para rasul untuk memulai di Yerusalem -- di tempat mereka berada. Jika Anda ingin orangtua Anda percaya bahwa Anda akan menjadi pelayan yang setia di luar sana, beri tahu mereka bahwa hal itu terjadi di sini.
    Jangan memberi tahu mereka bahwa Anda akan memulai "saat Anda harus". Itu hanya menunjukkan bahwa Anda sedang mencari tekanan eksternal untuk memotivasi Anda. Hal itu tidak menunjukkan bahwa hati Anda telah disentuh. Tunjukkan kepada mereka pribadi seperti apa dari Anda yang bersedia untuk pergi, dan mereka mungkin akan sungguh percaya bahwa Anda harus pergi.
  3. Perhatikan sikap Anda.
    Orangtua tidak pernah dapat menerima sikap Anda untuk marah-marah, dan semakin buruk sikap itu, semakin mereka tidak akan menuruti apa pun yang Anda minta. Ketika orangtua Anda memiliki keraguan dan kekhawatiran, atau bahkan bersikap meremehkan, apakah Anda marah atau kemudian memusuhi mereka? Apakah Anda meremehkan mereka dan tidak memedulikan mereka sebagai balasannya? Itu akan sangat terasa seperti sikap marah-marah bagi mereka ... tidak peduli berapa pun usia Anda. Jika Anda meragukan hati mereka untuk Allah dan bagi orang-orang yang belum terjangkau karena mereka yakin bahwa Anda mungkin tidak memikirkannya secara matang, atau jika mereka hanya mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mungkin saja itu menunjukkan bahwa mereka memang seharusnya meragukan Anda.
    Ingat, Anda sedang memberi tahu mereka bahwa Anda ingin membawa kabar baik ini kepada orang-orang yang paling acuh tak acuh, yang sering kali bersikap memusuhi. Orang-orang itu akan mengabaikan Anda, meragukan Anda, dan menghina Anda. Jadi, ketika Anda menemui sikap itu di rumah Anda sendiri, bagaimana Anda bertindak? Kami ingin mengetahuinya karena bagaimana sikap Anda saat itu kemungkinan akan menunjukkan bagaimana sikap Anda ketika Anda pergi. Anda mengatakan Anda bisa mengasihi orang-orang yang tidak bisa memahami Anda? Tunjukkan pada orangtua Anda! Tunjukkan iman Anda di dalam kedaulatan dan kebaikan Tuhan melalui cara Anda menangani kesulitan, dengan rasa percaya diri Anda dan sukacita dalam Dia ketika hal-hal tidak berjalan seperti yang Anda inginkan.
  4. Pastikan bahwa alasan "belum" dari Anda bukanlah karena Anda "belum diminta".
    Bagaimana Anda menyadari hati Tuhan bagi bangsa-bangsa? Apakah Anda sepintar itu? Semengasihi itu? Begitu tersentuh dengan kebutuhan dunia? Apakah orangtua Anda perlu menjadi seperti Anda? Atau, apakah Anda hamba yang rendah hati dan buta, tetapi yang sekarang melihat karena gerakan penuh kasih karunia Allah di dalam Anda? Jika demikian, tunjukkan itu melalui doa-doa Anda bagi orangtua Anda. Saat Anda mendoakan orang yang Anda kasihi di luar negeri, berdoalah juga untuk ibu dan ayah. Allah sendiri yang menggerakkan hati. Jika Anda benar-benar memahami itu, Anda akan memohon kepada Dia supaya hati keluarga Anda berkobar-kobar untuk kemuliaan-Nya yang akan ditunjukkan di dunia ini lebih daripada yang Anda akan beritakan kepada mereka tentang itu semua. Dia dimuliakan dengan menjawab doa-doa Anda karena menyatakan dalamnya ketergantungan kita pada-Nya dan kemuliaan kasih karunia-Nya terhadap anak-anak-Nya. Jadi, anak-anak, berdoalah.
  5. Kasihi orangtua Anda juga ... bahkan jika Anda tidak bisa menuruti mereka.
    Mungkin setelah semua hal itu dilakukan, orangtua Anda masih juga tidak mengerti, dan Anda tetap pergi. Namun, saat Anda pergi, mereka harus mengetahui betapa Anda mengasihi mereka melalui hidup Anda, bahwa Anda hanya mematuhi otoritas yang lebih tinggi atas hidup Anda. Bahkan, mereka akan tahu bahwa Anda telah menjadi seperti orang yang paling mereka harapkan. Anda akan mengasihi orang lain dengan baik, melayani di mana pun Anda berada, menghormati otoritas, berkomunikasi tanpa sikap marah-marah atau menyakiti, dan mengejar dengan sungguh-sungguh hal-hal yang menjadi gairah Anda.
    Sampai akhirnya pun, mereka mungkin tidak memahaminya. Namun, toh mereka akan merasa sangat bangga pada Anda. Ketika Anda menolak apa yang mereka pikirkan, itu tidak menyakiti orangtua Anda. Anda menyakiti mereka bila Anda menolak mereka. Kasihilah mereka dengan baik ketika Anda menganggap penting apa yang mungkin ada di antara banyak pilihan yang tidak disetujui orangtua Anda.
Missions
"TUHAN itu besar, Dia menginginkan keselamatan hamba-Nya!" Mazmur 35:27 mengatakan. Dia ada untuk Anda, dan Dia ada untuk pekerjaan yang baik ini yaitu pergi menyebarkan kabar baik tentang Yesus Kristus. Bagaimanapun, Dia yang memulainya, dan Dia yang akan menyelesaikannya.
Diterjemahkan dan disunting dari:
Nama situs: : Desiring God
Alamat URL: : http://www.desiringgod.org/articles/the-biggest-barrier-to-students-going-to-the-mission-field
Judul asli artikel: : The Biggest Barrier to Students Going to the Mission Field
Penulis artikel: : Kim Ransleben
Penerjemah: : Jing-Jing
Tanggal akses: : 29 Juli 2015

Senin, 22 Agustus 2016

Free Youth Series: “The Ballad of Beau Woodrow”

Free Youth Series: “The Ballad of Beau Woodrow”

Youth - Ballad
This series sets the foundation for teaching students what worship is.

Free Youth Series

Download this 3-week series to share with your 5th/6th grade children’s ministry.
From Open.Church, “Beau Woodrow is on his way to being a successful musician, but when he goes into the studio to record his new album, something very strange happens. And it causes him to rethink who he’s becoming. This is the Ballad of Beau Woodrow. This series sets the foundation for teaching students what worship is. Make it practical by applying what they learn to your worship time. Remind them what it looks like to worship God at church and let them practice it when they sing every week.”
This kids series package includes:
  • Experience guides
  • Game guides
  • Teaching segment videos
  • Message videos
  • Challenge Cards in PDF format


Get Download Now

Resource provided by Open.Church

Reaching Families During Busy Sports Schedules

Reaching Families During Busy Sports Schedules

Reaching Families During Busy Sports Schedules
Kids’ sports commitments can mean a lot of absences. Here’s how to keep reaching them.
A common complaint among children’s pastors and leaders these days is that they are losing families to sports that, unlike in the past, are now played on Sunday. The soccer fields and baseball diamonds are full of kids playing sports during times that they might formerly have spent in Sunday school or worship services.
Worse, it’s not just the kids who are playing that are missing church, it’s the parents, plus siblings, and even grandparents, as well. If you have a number of kids in your church playing in Sunday leagues, it can have a significant impact on attendance.
So what should we do in response to this dilemma? What are some ideas that work, and what are responses that are counterproductive? I honestly don’t have all the answers to this problem, but here are a few ideas and strategies:
• Making parents feel guilty is probably not a good idea, and it may even drive them farther away from church.
• Don’t make the kids feel bad for wanting to play sports. They’re kids! They just want to play—and they don’t create the schedules.
• Don’t bemoan the loss of your sports kids in front of the other kids. They are just as important, and may wonder what they’re missing!
• Whether it’s Sunday school, children’s church or other activities, make it memorable and fun. Let the buzz from other kids make the sports kids wonder what they are missing.
• Go where they are. Eric Hamp, now senior pastor at New Beginnings International Church in Fort Worth, Texas, speaking at INCM’s Children’s Pastors Conference, talked about how they would go out to the soccer fields with bottles of water with their church name on them and give them away, and do t-shirt cannons at halftime. They spent time engaging with the parents and other kids in the stands. (I’m not sure how often they did this—but if you did it a couple of times a season, it would certainly create goodwill for the church.)
• Let the kids know you miss them, and continue to invite them to other ministry events.
• Praise parents for their faithfulness who continue to bring their children to church.
• Start a non-Sunday sports league in your area, if there is not one. Upward Sports, among others, has leagues that have devotions at half-time, no games or practice on Sunday, and an emphasis on good sportsmanship.
• Be there for the parents and kids when they need you, whether they are in church or not. If you hear of a need in one of your families, respond to it. They’ll know you care and support them.
• Pray for them, above all. Whether present or absent, pray for your kids and their families.
I would love to know your ideas or strategies that have worked for your ministry. Please comment below and let’s all learn from each other!

The Important Question Every Youth Leader Needs to Ask

The Important Question Every Youth Leader Needs to Ask

The Important Question Every Youth Leader Needs to Ask
Don’t neglect your own soul care in your passion for ministry.
Summers can be lonnnnnng and exhausting.
But so much fun, right?
You find yourself caring for your youth group and for their parents. There are more hours when kids aren’t in school, more hours for them to be with you. You’ve been to camp, you’re still on the cusp of a mission trip that cost you thousands of dollars in cupcakes and car washes. You feel like you’re one medical release form away from needing a lawyer and nothing outside of your t-shirt wardrobe has seen any love since mid-May. It’s safe to say, youth ministry owns you at the moment.
But you don’t mind.
Because you know that the quality and quantity of time you spend with teenagers helps them grow authentic faith. It helps them make connections and build relationships that will support them as they are unfolding into adults. You realize your role, as pastor, leader, coach and friend. So, it’s worth it to you.
I wonder, during this time: Who cares for you? Who is giving you permission to rest and recover? Who is leading you to think about your value in God’s eyes and how that effects everything else in your life?
If we are not spending time caring for our souls, we won’t have what it takes to teach a student to care for their own.
During this really busy time, it’s easy to forget that your soul care lands at the top of your priority list. It should be your first thing, not your last thing. It should be the one thing that brings you life when you’re busy sharing so much of your life.
My summer is packed with youth events and trips. I’ll be traveling with our interns and we’ll be speaking to youth and praying for them as they think about the difference their lives can make when they begin to discover their significance in Christ. We know that the proximity between us (literally traveling together, living together, working together) can keep us from taking care of us. So, we make it a priority for soul care to be our first care.
What things are you doing to take care of you this summer?
What are you reading?
How are you finding solitude?
Is there a way for you to get a break to sit in God’s presence and to be reminded of your “why”?
We’ve picked a few books to read together this summer and Sophie, our Candler intern, created a soul care sheet to help us all identify our daily, weekly and monthly soul care hopes—both during our times alone, and during our times together.
Or, you can spend some time writing things down in your journal or sharing them with an accountability partner.
• Name what your spiritual needs are in a list
• Write down one way to meet each need
• Ask yourself who can help you meet that need or if you need a specific environment to do it
• Think what will you do daily, weekly and monthly?
• What will you try to accomplish alone?
• What will you try to accomplish together in community?
God is choosing you now and now and now and now. Let God love you now.
Make a commitment to take care of your soul this summer, you are worth it! Here are a couple of things to ponder as you pray about what your soul care will look like.
“We do not think ourselves into new ways of living, we live ourselves into new ways of thinking.
Richard Rohr
Be still, and know that I am God.
Be still, and know that I am
Be still, and know that
Be still, and know
Be still, and
Be still
Be

Free Youth Series: "Going All In"

Free Youth Series: "Going All In"

Youth - All in
"Every stage and position in life presents the opportunity to risk something valuable for God."

Free Youth Series

Download and share this four-week series with your youth ministry.
This series package includes:
  • Title slide
  • Blank slide
  • Sermon audio in MP3 format


Get Download Now

Resource provided by Stuff I Can Use