Tampilkan postingan dengan label partnership. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label partnership. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Mei 2013

EAGLES NEST MINISTRIES



 
EAGLES NEST MINISTRIES
Jawaban bagi Indonesia
Indonesia dikenal sebagai sebuah negara kepulauan yang memiliki keragaman suku, budaya dan bahasa daerah. Mayoritas penduduk Indonesia merupakan orang non Kristen dan merupakan negara Muslim terbesar di dunia. Masih ada sekitar 129 suku dari 23 rumpun suku di Indonesia yang sama sekali belum pernah mendengar berita Injil. Gereja Tuhan di Indonesia mungkin telah berupaya memberitakan Injil dalam masyarakatnya namun hasilnya belum optimal. Begitu banyak orang yang menolak berita sukacita tersebut karena menganggap berita tersebut sebagai “kepercayaan asing”. Sebab dibagikan dalam kemasan yang kebarat-baratan, yang mungkin tidak cocok dengan budaya setempat dari masyarakat yang hendak dijangkau. Ada banyak suku yang siap dan terbuka seandainya kita memberitakan berita keselamatan itu dengan menyajikannya sesuai kebiasaan, adat istiadat serta budaya mereka.
Eagles Nest Ministries berdiri 1 Juli 2007 di kota Bandung, salah satunya untuk menjawab tantangan ini. Pelayanan ini dirintis oleh suami istri Dave Broos dan Novie Durant yang merindukan umat Tuhan meresponi Amanat Agung Tuhan (Mat 28:19-20, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman) untuk menjadi murid dan menjadikan segala bangsa murid Tuhan hingga kerajaan Tuhan diperluas, suatu umat yang bukan “sekedar beragama Kristen” tetapi mengetahui panggilan Tuhan atas hidupnya dan membawa dampak bagi komunitasnya. Dave Broos merupakan hamba Tuhan yang ditahbiskan oleh United Christian Faith Ministries dari Amerika Serikat, ditunjuk sebagai regional director dari Shadow of the Cross di Indonesia (sebuah pelayanan bagi sub kultur di perkotaan), pendoa syafaat Global Prayer Network – Johan Maasbach Wereld Zending dan utusan Injil dari Gereja Oikos Indonesia jemaat Surabaya.
Visi Eagles Nest Ministries adalah “MEMBERITAKAN KABAR BAIK, MEMURIDKAN & MENGUTUS SETIAP ANAK TUHAN UNTUK “MENJADI” GEREJA DIMANA PUN MEREKA BERADA”. Kerinduan kami adalah bekerja bersama dan memperlengkapi semua denominasi gereja, persekutuan, pelayanan Kristen lainnya dalam menyelesaikan amanat agung. Pelayanan ini berjejaring dengan pergerakan pemuridan dan penanaman gereja dunia Zoe Ministries, LK10 dan Outreach Fellowship International.
Missi kami adalah:
  • MEMPERKENALKAN PENGHARAPAN & KASIH BAPA SURGAWI PADA DUNIA TERHILANG
  • MEMULIHKAN & MEMURIDKAN MEREKA YANG BERKOMITMEN UNTUK BERTUMBUH DALAM KRISTUS
  • MELATIH DAN MENGUTUS MURID KRISTUS SEBAGAI AGEN PERUBAHAN KE SELURUH DUNIA
  • MELIHAT TERANG TUHAN BERSINAR DIMANA-MANA MENERANGI DUNIA SAMPAI TUHAN DATANG KEMBALI

Kami menyadari bahwa kami tidak bisa bekerja sendiri tetapi diperlukan kebersamaan dan kesadaran bersama akan kehendak Tuhan. Diperlukan sebuah kesehatian dan kesatuan (meski kita berbeda organisasi tapi satu dalam Tuhan Yesus) agar kita dapat berfungsi sebagai tubuh Kristus yang menjadi berkat dan dampak bagi mereka yang belum mengenal Tuhan.
Bagaimana Anda dapat menjadi rekan kami?
Keberhasilan pelayanan ini berarti juga keberhasilan umat Tuhan di Indonesia. Roma 10:13-15,”Sebab barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia? Bagaimana mereka mendengar tentang Dia jika tidak ada yang memberitakanNya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakanNya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis:”Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” Kami mengajak Anda untuk dapat terlibat bersama dalam menjangkau jiwa terhilang melalui 3D
DIRI
Bagi mereka yang mau terlibat dalam mewartakan Injil, pemuridan, penanaman dan pengembangan gereja. Kami memberi diri untuk memperlengkapi baik seorang pribadi maupun gereja atau persekutuan yang hendak bermultiplikasi atau menanggapi amanat agung. Bukan jumlah orang tetapi kesediaan menanggapi panggilan Tuhan adalah tujuan kami. Kami memiliki bahan-bahan pemuridan yang dapat digunakan baik untuk pribadi, persekutuan maupun gereja yang hendak bertumbuh.
DOA
Anda dapat berdoa syafaat keluarga kami dalam memenuhi panggilan Tuhan dalam kehidupan kami. Kami juga menyediakan blog yang berisi berita dan pokok doa bagi suku-suku terabaikan baik di Indonesia maupun mancanegara.
DANA
Bagi mereka yang mau mendukung kami agar kami bisa pergi memperlengkapi umat Tuhan maupun gereja Tuhan di daerah terpencil atau tak mampu hingga kami dapat memperlengkapi dan mengutus lebih banyak lagi anak Tuhan dalam pemuridan dan perintisan gereja. Bagi yang terbeban dapat menghubungi kami lebih lanjut.
Saya percaya Anda dapat menanggapi salah satu atau bahkan ketiga hal tersebut sebagai anggota tubuh Kristus yang telah mengalami kasih karunia dan anugerah keselamatan. Anda dapat merenungkan dan mendoakan ke tiga hal tersebut demi menjangkau mereka yang berseru,”Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami.” (Kis 16:9). Dapatkah Anda mendengar seruan mereka yang terhilang? Tuhan menunggu partisipasi dan pengabdian Anda kepadaNya.
Salam dan doa,
Dave Broos
Kontak kami dapat melalui inbox Facebook atau direct message Twitter, email: davebroos@yahoo.co.uk , telpon 022-92050322 atau SMS 087832744286.

Kamis, 25 April 2013

Stand True Pro-lif Outreach - What I saw and heard during my two days at the murder trial of abortionist Kermit Gosnell

What I saw and heard during my two days at the murder trial of abortionist Kermit Gosnell:
I recently spent two days at the murder trial of Kermit Gosnell, the abortionist accused of the murder of seven babies born alive and one woman. Gosnell would take babies who were born alive after botched abortions and snip the backs of their necks to finish the job. You can find out all about who Gosnell is and what he did at http://www.whoisgosnell.com
I arrived at the courthouse on Monday morning to find out the trial would be postponed for a day because of the defense attorney being sick and in the hospital. Father Frank, Janet Morana, Alveda King and I were able to talk to the prosecutors who allowed us to view and examine the evidence that was taken from his “house of horrors” abortion mill.
As I walked around the filthy, rusty and utterly disgusting equipment I wanted to vomit. I could not believe this stuff was taken from a so-called “medical clinic.” The table that the abortions were performed on looked like it was straight out of a horror movie, as did the suction tubes and ancient ultra-sound machine. The recliner in which women sat to recover from the abortions was stained and tattered and not fit to sit on. Earlier that day the prosecutor almost sat in the chair and she was visibly upset that she came so close to doing so.
On Tuesday I met up early in the morning with Alveda King and went back to the courtroom for the opening of the defense’s arguments. The day opened with defense attorneys arguing for the acquittal of all the charges to the judge, without the jury present.
Gosnell’s attorney was visibly conflicted as he went back and forth between calling the victims either a fetus or a baby. At one point he yelled out, “These infants, fetuses or whatever you call them.” I wanted to scream but had to bite my tongue as I listened to this dribble.
It suddenly became very personal to me as the defense attorney began to address the abuse of a corpse charges that Gosnell was facing for the baby parts found in jars in his house of horrors. When the attorney started spewing about how these were not real body parts because they were not real humans yet, I began to tear up. He talked about how these babies were not really human and all I could think about was Benjamin Davis, my son who we miscarried two years ago. Benjamin was a real person and was given a real funeral; he was an actual human being just as these babies were.
The prosecutors at one point were discussing a time when after the botched abortion, Gosnell also botched his “snipping.” “It was laying there with a hole in its neck, it was moving and breathing, it was alive,” declared a clinic worker about one of the babies Gosnell murdered. Sitting there listening to all of these quotes and testimonies was one of the most difficult things I have ever done, but it was important for me to be there.
Gosnell (as you notice I refuse to call him a doctor) just sat there through all of this testimony without emotion or reaction. He just sat there taking notes and smirking as he looked around. He was guarded by an armed police officer at all times as he has been in custody for almost two years. It makes my skin crawl to think that this man could possibly be released and be back in practice if he is found not guilty.
I am also heartbroken for this man and the day he will face our Lord. I prayed for his soul and have been asking my friends to do so also. I know how despicable I was before I knew Christ and I also know Gosnell needs that hope of Christ just all of us do.
This Monday the attorneys will present their closing arguments and then his fate will be given to the jury to deliberate. Christian leaders will be outside the Courthouse on Monday leading a prayer vigil for the verdict and for Gosnell himself.
We need your help to get me back to the Gosnell trial on Monday and Tuesday. It is important for me to join other national leaders at the trial for the closing arguments and for the prayer vigil. We simply need help with the cost as it is not in our budget right now, can you donate $25, $50, $100 or whatever you can to help get me there?
Bryan Kemper
Will you help get Bryan Kemper to the Gosnell trial?
If you can donate please do so at https://donate.cornerstone.cc/?mid=STANDTRUE or on the donate button on Stand True's Web site.
Donations can also be mailed to Stand True – PO Box 890 – Troy, OH 45373 or call 540-538-2581 to donate by phone.
Bryan Kemper
Director of Youth Outreach for Priests for Life
Stand True
PO Box 890 * Troy, OH 45373
Tel 540.538.2581
bryankemper@standtrue.com
http://www.facebook.com/iambryankemper
http://www.facebook.com/standtrueforlife
http://www.standtrue.com
 

Rabu, 24 Agustus 2011

SHADOW OF THE CROSS - INDONESIA


SHADOW OF THE CROSS - INDONESIA
Pelayanan terhadap subkultur yang berkembang di perkotaan. Subkultur merupakan komunitas budaya atau suku yang terlahir di perkotaan atau suatu tempat, diperkotaan kita dapat mengidentifikasi mereka sebagai geng bermotor,bikers, anak jalanan, gelandangan, anak punk, gothic, emo, rockers, skaters, tatto & piercing, dstnya.

PENGANTAR
Pelayanan ini fokus pada kaum subkultur. Ini merupakan pelayanan “the cutting edge” bagi kaum yang biasanya disisihkan bukan saja oleh dunia bahkan “gereja” pada umumnya.
Pertama kali didirikan oleh Morria Nickles di Hasville - Amerika Serikat dan menetapkan Dave Broos sebagai Regional Director di Indonesia tahun 2006. Shadow of The Cross, merupakan bagian dari pelayanan Eagles Nest Ministries – Indonesia yang fokus melayani kaum subkultur.
PERNYATAAN MISI:
- To Live The Truth (Hidup dalam kebenaran)
- To educate with love (mengajar dalam kasih)
- To Minimize misconceptions (meminimalisir konsep yang salah)
- To provide peace of mind (menghadirkan damai sejahtera dalam pemikiran)
TENTANG KAMI:
- Pelayanan ini merupakan organisasi non profit yang terbeban untuk memberitakan Injil di tengah kaum subkultur (gothic, punk, dstnya). Kami berupaya membagikan berita Injil dalam “budaya” mereka, dengan mengadakan persekutuan dan Studi Alkitab.
- Pelayanan ini berjalan dengan iman dan donasi tubuh Kristus yang ada. Pelayanan pertama didirikan 9 Maret 2002 di Haysville, KS, Amerika Serikat. Pelayanan ini memiliki tiga cabang, di Inggris (2004), Indonesia (Maret, 2006) dan Lebanon (Agustus,2006)
- Setiap pelayanan yang ada bersifat mandiri secara finansial dan badan organisasi secara hukum. Kami satu dalam iman, penjangkauan dan visi.
PENJANGKAUAN:
1. Gathering (simple church)
2. Antioch Box Project (Proyek Kotak Antiokhia)
a. Jerusalem Box, menolong orang miskin & gelandangan dengan donasi berupa pakaian, makanan, selimut, dll.
b. Antioch Box, menolong para utusan misi bagi kaum subkultur berupa Alkitab, traktat, legalitas, dll. Kami berdoa dan mencari pelayan Tuhan, mereka yang memiliki hati bagi kaum terbuang dan tersisihkan ini.
c. Corinth Box, memberikan materi bagi orang percaya baru berupa Alkitab, buku renungan harian, dan berbagai perlengkapan untuk menolong pertumbuhan iman.
d. Regina Box, setiap tanggal 14 April membagikan mainan dan bacaan anak bagi anak-anak yang kurang beruntung di perkampungan kumuh dan jalanan.
e. Bookbags of learning, menolong anak-anak putus sekolah agar dapat beroleh pertolongan untuk dapat kembali bersekolah.
3. Safe House/rumah singgah, kami masih berdoa untuk sebuah rumah yang cukup besar untuk dapat menampung anak-anak subkultur yang hidup di jalanan. Mereka yang dapat tinggal adalah anak yang serius mau bersekolah kembali dan mengikuti pendidikan kami.
4. Street teams, melakukan penjangkauan melalui friendship evangelism, musik(band), drama, tarian, acara-acara khusus dsbnya bagi kaum subkultur (gothic, punk, skaters, anak jalanan, gelandangan,dll).
5. Shadow Discipleship & Bible School (bekerjasama dengan Eagles Nest Discipleship & Bible School) ditambah materi-materi khusus untuk pelayanan underground atau subkultur ini.
Bagi saudara seiman yang mau konseling, turut terlibat pelayanan, mendoakan, bersahabat dengan kami atau menyalurkan dana untuk perluasan Kerajaan Tuhan dapat menghubungi kami di 081330135643 atau email: davebroos@yahoo.co.uk atau melalui Facebook (Dave Broos). Sedangkan bagi mereka yang mau mendukung pelayanan ini melalui dana dapat menyalurkannya melalui Bank BCA no rek 0081824788 atas nama Dave Broos. Atau bilamana Anda tergerak menyalurkan pakaian bekas (layak pakai) baik bagi balita maupun dewasa, mainan dan bacaan bagi anak-anak, Alkitab dan buku bacaan rohani bekas yang masih baik atau makanan untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan dapat menghubungi kami atau dikirimkan ke alamat Flat Sarijadi Blok G-1 no. 13, Bandung 40151 atas nama Dave Broos.

God bless you all,
Salam dan doa,
Ps. Dave Broos

Selasa, 28 Juni 2011

PRESS ON



Dear Friends,
Tak terasa tiga tahun sudah lewat di kota Bandung, melayani mereka yang selama ini merupakan kaum marginal dalam gereja pada umumnya. Melayani dan memuridkan mereka yang tak dianggap dalam masyarakat bahkan gereja. Banyak orang berpikir ini merupakan misi pelayanan bunuh diri. Di satu sisi ada orang-orang yang mengelu-elukan pelayanan kami dan rindu untuk belajar bersama tetapi di sisi lain banyak pula yang menganggap kami “gila”.
Selama tiga tahun kami melayani, sangat sedikit dukungan yang kami dapatkan, lebih banyak orang yang menjadi “penonton”. Mereka ingin melihat bagaimana kami dapat bertahan menjalankan visi Tuhan. Entah apakah ini bisa disebut lucu atau ironi? Semuanya tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Bila kita melihat pelayanan dari sudut “untung rugi” atau pelayanan sebagai sebuah “karier”, tentu apa yang kami kerjakan di kota Bandung merupakan hal yang bodoh atau misi bunuh diri. Sebab kami tidak mendapatkan keuntungan material apa-apa dari orang yang kami layani, bila pun ada jumlahnya tidak signifikan dan tak tentu. Dengan segala daya upaya kami coba menggali setiap talenta yang kami miliki untuk dapat menggali dana agar visi Tuhan ini dapat berjalan.
Kami melihat pelayanan kami dari sudut panggilan hidup kami sekeluarga, kami merasakan panggilan yang kuat untuk melayani kaum yang dimarginalkan. Sebagaimana sebuah pesan nubuat yang disampaikan oleh seorang hamba Tuhan sekitar 10 tahun lalu bagi kami, bahwa kami akan melayani sebagaimana Daud berada bersama pengikutnya di Gua Adulam (1 samuel 22:1-2, 2 samuel 23:8-39, 1 tawarikh 11:10-44). Para pecundang akan menjadi para pemenang! Setiap anak Tuhan memiliki otoritas yang berasal dari Nya, entah dari latar belakang apapun dia berasal. Sebab setiap anak Tuhan merupakan ciptaan baru di dalam Tuhan. Ketika bibit Kristus mulai bertumbuh dalam diri seorang anak Tuhan (ciptaan baru) maka akan menghasilkan buah Roh dari dalam diri orang tersebut. Karakter Kristus yang ia sembah akan nyata. Kami percaya setiap anak Tuhan tidak dipanggil untuk “sekedar beragama Kristen dan menjadi anggota sebuah gereja lokal agar dapat surat baptis, menikah dan lalu dikubur”. Kami percaya setiap anak Tuhan dipanggil untuk menjadi murid Kristus, anak-anak Tuhan yang merefleksikan Tuhan yang mereka sembah. Kami percaya setiap anak Tuhan memiliki panggilan Tuhan dalam KerajaanNya. Setiap anak Tuhan yang telah lahir baru memiliki missi di muka bumi ini.
Ada beberapa tawaran bagi kami sekeluarga untuk bergabung di gereja lokal tertentu untuk membantu pelayanan mereka. Namun sayangnya mereka lebih suka kami “hanya” membantu perkembangan pelayanan mereka dan meminta untuk “melupakan bahkan mengubur” visi yang Tuhan berikan bagi kami. Hingga kembali tantangan bagi kami adalah taat pada manusia untuk memenuhi kebutuhan jasmani kami pribadi atau taat pada Tuhan meski harus melangkah dengan iman, yang mungkin berarti suatu ketidakpastian secara finansial. Tiga tahun terakhir ini kami sungguh-sungguh belajar dalam arti sebenarnya, kesusahan sehari cukuplah sehari. Percaya bahwa Tuhan akan memelihara kami apa pun situasi dan kondisinya. Kami melihat bagaimana Tuhan “mengirimkan burung-burung gagak” untuk memelihara kami sebagaimana yang dialami Nabi Elia. Ada kalanya kami pun mengalami masa sebagaimana Nabi Elia, putus asa, takut, gentar….mau mundur karena kesepian di tengah pergumulan…mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan tetap melayani Tuhan dengan setia dan membantu kesulitan orang-orang yang kami layani baik secara rohani maupun jasmani. Kami belajar bagaimana harus berbagi bukan dari kelebihan atau kelimpahan, tetapi berbagi dari kekurangan. Dan kami berbahagia telah diizinkan Tuhan untuk melalui ini semua. Kami dapat mengerti apa yang Rasul Paulus katakan,”Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”(Filipi 4:12-13)
Tiga tahun ini kami merasakan bagaimana kami diuji, kami ini mengiring Tuhan Yesus atau Mamon. Ternyata pada era ini sangat tipis antara kehidupan pengikut Kristus dengan pengikut Mamon. Beberapa temanku menyatakan,”Dave, kau memiliki karunia untuk hidup miskin. Kalau kami tak punya karunia itu.” Aku kadang bertanya-tanya, apakah benar ada karunia hidup miskin? Siapa sih mau miskin? Apakah aku mau hidup miskin? Tentu tidak, tetapi aku siap melaluinya bila memang itu harus kutempuh bersama keluargaku untuk kemuliaan Tuhan. Mau diakui atau tidak, kekayaan tidak bisa membeli kebahagiaan, kesetiaan dan kasih sayang dalam keluarga.
Di dalam kekurangan kami dapat melihat campur tangan Tuhan bagi kami untuk menggenapi visi yang Ia berikan. Kami dapat melihat bagaimana ide-ide baik kami runtuh dan gagal, lalu bagaimana selanjutnya pintu-pintu yang selama ini tertutup dan tak pernah terpikirkan terbuka. Kalau mau diukur kesuksesan pencapaian pelayanan yang kami kerjakan dari “kacamata” pelayanan masa kini tentulah pelayanan kami tidak signifikan. Ketika pelayanan lain membangun “kerajaan”, kami membangun pelayanan underground; ketika yang lain berupaya mempersuasi orang kristen lainnya untuk menjadi anggota gereja atau persekutuannya, kami mendorong agar setiap anak Tuhan bertumbuh dalam Kristus dan menjadi muridNya entah mereka mau bersama kami atau gereja/persekutuan yang lain…kami melihat organisasi gereja atau persekutuan lainnya sebagai saudara dan anggota tubuh Kristus, saudara seiman/tubuh Kristus tidak bersaing satu dengan yang lain; ketika yang lain coba mengumpulkan donasi sebanyaknya untuk membeli aset dan lain sebagainya, kami memilih untuk berbagi dengan pelayanan lain dan membantu saudara seiman yang tengah dalam kesulitan atau musibah. Apakah kami “sok suci dan sosial”, tidak…..kami hanya ingin hidup bergereja yang simple (sederhana) sebagai murid Kristus. Kami rindu melihat tidak ada lagi tembok diantara “organisasi gereja maupun pelayanan”, sebab kita ini satu di dalam Tuhan dan merupakan anggota tubuh Kristus. Kami tidak ingin menjadikan hal tersebut slogan tetapi mulai coba menghidupinya dalam keseharian kami. Apa artinya kita menyatakan dan bahkan mengajarkan hal yang benar tetapi tidak pernah menghidupinya…..kita harus berhenti hidup dalam kemunafikan.
Sekali lagi kami menghadapi tantangan besar di depan kami, sanggupkah kami melaluinya atau gagal? Kalau melihat dan merefleksi kesetiaan Tuhan selama ini, kami percaya bahwa Tuhan sanggup membuka jalan bagi kami. Namun bila melihat kondisi yang ada, kami merasa seolah para murid yang tengah menaiki perahu dan lalu topan badai datang menghadang hingga perahu pun hendak karam…Tuhan Yesus ada bersama mereka..tapi karena IA tidur….para murid pun mulai kuatir dan histeris. Mereka menjadi ketakutan tenggelam…hingga Tuhan bangun dan menghardik badai hingga tenang kembali. Sebelumnya Tuhan telah menyatakan bahwa mereka “akan sampai ke seberang”. Apa pun yan terjadi bila Tuhan sudah berfirman, maka kami “akan sampai ke seberang”. Rasanya kami memasuki fase tersebut, tetapi kami mau coba untuk tetap beriman..percaya padaNYA. Meski harus diakui dari sisi manusia kami tetap merasa ngeri. Dalam masa-masa ini, kami sering juga mengalami rasa kesepian. Bila kami ingat-ingat dulu saat saya masih menggembalakan jemaat, begitu banyak kawan rekan sejawat atau saudara seiman yang “seolah” merupakan sahabat sejati. Namun kala kami memilih untuk pergi dan melayani kaum marginal, kami tiba-tiba merasa kehilangan teman-teman dan saudara-saudara seiman. Saya tersadar memang suatu yang natural rupanya baik di kalangan sekuler bahkan di dunia “rohani” ternyata manusia masih memandang muka, harta dan jabatan seseorang.
Ada kalanya saya merasa hendak mundur saja dari pelayanan ini, sebab sedikit sekali rekan atau saudara seiman yang ada bersama kami untuk mendoakan dan mendukung kami. Kala saya mulai putus asa, tiba-tiba Tuhan mengingatkan saya kala IA sendiri datang ke dunia dalam rupa manusia. IA pun berasal dari keluarga kaum marginal, lahir di kandang domba…baby box-nya adalah tempat makan domba…pernah jadi pengungsi di Mesir selama Raja Herodes berkuasa, harus menjadi tulangpunggung keluarga setelah “ayah duniawi” Yusuf meninggal, diremehkan para Ahli Taurat dan golongannya sebab IA bukanlah golongan mereka..Tuhan Yesus hanyalah tukang kayu, IA disebut sahabat orang berdosa, murid-muridNYA rata-rata orang biasa dan berpendidikan rendah…tidak ada satu badan keagamaan saat itu yang memberikan donasi padaNYA malah mereka hendak menjebak dan membunuh DIA, Tuhan Yesus didukung dan mendapatkan donasi dari teman-temanNYA……Kalau Tuhan Yesus yang saya sembah pun harus melalui jalan terjal itu, siapakah kami..siapakah saya….doa saya,”Tuhan tolong kuatkan kaki dan iman hambaMU ini yang mulai goyah agar disegarkan kembali dan roh hambaMU ini tetap menyala-nyala melayaniMU. AMIEN”.
Dave Broos
Pastor of the Outcast (Ordained Minister of United Christian Faith Ministries)
Email: davebroos@yahoo.co.uk
Mobile phone: 081330135643

Kamis, 31 Januari 2008

SAHABAT DALAM PERJUANGAN
Di dalam kitab Amsal 17:17 dikatakan “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” Ini merupakan ciri utama jemaat mula-mula di dalam kitab Kisah Para Rasul. Mengapa jemaat di Anthiokia disebut Kristen oleh orang kafir? Sebab “gaya hidup” orang percaya saat itu berbeda dengan cara hidup orang sezamannya. Mereka saling mengasihi, berbelaskasihan tinggi, hidup dalam kekudusan, dan seterusnya. Kekristenan mula-mula berdampak luar biasa sebab “gaya hidup Kristus” nyata dalam kehidupan orang percaya. (Kis 2:41-47, 4:32-37)
Saya percaya kini adalah saatnya bagi tubuh Kristus untuk bersatu, bukan hanya sekedar dalam pertemuan formal tetapi sungguh-sungguh menjadi “saudara”. Belumkah kita lelah membangun kerajaan sendiri atau hanya perduli pada lingkungan “gereja lokal” dan acuh terhadap anggota tubuh Kristus yang lainnya? Jangan sampai kita hanya mau bersekutu dengan yang satu denominasi atau merk gereja atau pengajaran. Ingatlah selalu Tuhan tidak pernah menciptakan seragam, Ia menciptakan keragaman di dalam tubuh Kristus.
Kami menyadari bahwa tidak mungkin untuk melaksanakan amanat Tuhan tanpa sinergi dengan anggota tubuh Kristus yang lainnya. (1 Kor 12:12-31)
Saat ini kami tengah merintis sebuah pelayanan bernama The Eagles Nest Ministries di kota Bandung. Kami berjejaring sebagai saudara dengan anggota tubuh Kristus lainnya baik di Indonesia (Vineyard Bandung, Gereja Oikos Surabaya, GPdI Moria Banyuwangi, LK3 Jakarta, Jesus Christ Ministries Salatiga, Gema Sion Ministries Jakarta, gereja-gereja rumah di Indonesia,dll) maupun luar negeri (DAWN Ministries, Zoe Ministries, Outreach Fellowship International, Shadow of The Cross, Cathedral University, The Prophetic Voice Institute,dll). Ada pun hubungan kami satu dengan yang lain dilandasi hubungan persaudaraan dimana kami saling membuka diri dan membantu. Hubungan ini dilandasi lebih pada persahabatan dan bukan karena materi. Kami percaya bahwa hubungan persaudaraan yang erat dan akrab merupakan elemen penting dalam perluasan Kerajaan Tuhan yang telah lama hilang. Kini Tuhan tengah memulihkannya kembali di tengah kita.
Visi kami adalah “MEMBERITAKAN KABAR BAIK, MEMURIDKAN & MENGUTUS SETIAP ANAK TUHAN UNTUK “MENJADI” GEREJA DIMANA PUN MEREKA BERADA”.
Untuk lebih jelasnya anda dapat masuk dalam weblog kami di http://3a9l35-n35t.blogspot.com .
Dalam pergerakan pelayanan ini, kami tidak memiliki donatur atau pun sponsor tetap, hingga untuk saat ini kami coba untuk mencari donasi baik dari pelayanan maupun usaha kecil yang sedang kami coba kembangkan. Kami mengundang rekan-rekan seiman yang mau menjadi partner kami dalam perjuangan ini. Kami tidak meminta donasi secara cuma-cuma tetapi menawarkan paket buku. Donasi anda akan kami gunakan untuk mendanai pelayanan kami. Pelayanan apa saja yang kami kerjakan?
1. PELAYANAN DOA & KONSELING:
GLOBAL PRAYER NETWORK, PELAYANAN DOA SYAFAAT SECARA GLOBAL:
Persekutuan doa bagi tiap pribadi yang butuh dukungan doa, syafaat bagi gereja teraniaya dan suku terabaikan.
Menyebarkan kartu doa bagi mereka yang butuh dukungan doa pribadi atau institusi.
http://globalprayernetwork.blogspot.com
THE HELPING HAND PROJECT, PELAYANAN KONSELING KRISTIANI & TERAPI KELOMPOK:
Pelayanan konseling melalui telpon, surat menyurat, tatap muka (dengan perjanjian), e-mail dan yahoo messenger.
Pertemuan terapi kelompok sesuai permasalahan.
Layanan ini diinformasikan/dipublikasikan melalui perorangan, internet dan majalah kristiani.
HOUSE OF HEALING & RESTORATION,
PERSEKUTUAN PEMULIHAN DAN KESEMBUHAN ILAHI:
Persekutuan pemulihan luka bathin dan kesembuhan ilahi
Mempelajari dasar Firman Tuhan mengenai luka-luka bathin dan janji kesembuhan ilahi
Kelompok doa dengan nilai kekeluargaan dimana tiap anggota saling mendoakan untuk pemulihan dan kesembuhannya.
2. PELAYANAN KASIH DAN PENGINJILAN:
THE GUARDIAN ANGELS,PELAYANAN PROFETIK PRAKTIS/MENYUARAKAN STANDAR MORIL:
http://9u4rd14n-4n93ls.blogspot.com
Suatu pergerakan profetis praktis dalam hal moril dan etika kristiani
Pro-life movement
Wait Til Marriage (virginity movement)
Against Pornography
Against violence
Memerangi narkoba dan bahaya AIDS
ANTI TRAFFICKING
GENERASI TANPA AYAH,PELAYANAN KHUSUS BAGI ORANG YANG BERLATAR BROKEN HOME:
Pelayanan khusus bagi anak-anak yang dibuang oleh orangtuanya, anak-anak broken home, anak geng, anak yang diusir dari rumah dan remaja bermasalah.
Menyediakan panti asuhan dan youth’s shelter dengan nilai kekeluargaan.
FRIENDSHIP EVANGELISM:
Penjangkauan yang paling efektif adalah penginjilan melalui persahabatan
Langkah penginjilan yang persuasif pada saudara, kerabat dan sahabat di mana mereka berada
Kelompok penginjilan praktis dan alami
SOMEONE CARES, MERCY MINISTRY:
Pelayanan kasih dalam bentuk perhatian & bantuan sandang pangan papan pekerjaan bagi anak-anak panti asuhan, orangtua di panti werda, anak jalanan, gelandangan dan keluarga miskin
Pelayanan kasih bagi korban bencana
Pelayanan kasih bagi anak,wanita & pria korban pemerkosaan, pelecehan seksual, KDRT & trafficking
SHADOW OF THE CROSS, MINISTRY TO THE SUBCULTURES:
Pelayanan khusus menangani anak-anak subkultur seperti anak geng, punk, goth dan subkultur lainnya yang berkembang di perkotaan.
www.shaddowcross.com
3. PEMURIDAN DAN PELATIHAN:
EAGLES NEST DISCIPLESHIP, PEMURIDAN DAN PEMBAPAAN
Kelompok pendalaman Alkitab & pemuridan
Materi dasar kekristenan yang praktis & mengajarkan prinsip Kerajaan Allah/ Pengajaran Para Rasul
Kelompok pemuridan melalui pembapaan & mentoring untuk pertumbuhan yang lebih baik
Bagi peserta yang telah lulus mengikuti sebuah kelas mendapatkan sebuah sertifikat dan izin mengajar topik tersebut.
THE BODY BUILDING,PELAYANAN JARINGAN DIMANA KAMI BERJEJARING DENGAN GEREJA / YAYASAN LAIN BAGI PELEBARAN KERAJAAN ALLAH:
Jejaring dengan anggota tubuh Kristus yang lain sebab kita satu tubuh dan perlu bergerak & bekerja bersama agar Kerajaan Allah diperluas di muka bumi.
THE SCHOOL OF MISSION & CHURCH PLANTING:
Sekolah Alkitab yang menekankan pada pemuridan dan penggenapan Amanat Agung melalui penanaman gereja di rumah, sekolah/universitas dan market place.
4. PENANAMAN GEREJA & PASTORAL http://gerejaperjanjianbaru.blogspot.com
SIMPLE CHURCH; PELAYANAN PENANAMAN GEREJA & PASTORAL DALAM KELOMPOK KECIL DIMANA SAJA/TEMPAT YANG MEMUNGKINKAN:
Pelayanan penanaman gereja & pastoral dalam kelompok kecil dimana saja/tempat yang memungkinkan oleh kaum awam / kepala rumah tangga
Mengikuti teladan gereja mula-mula / Perjanjian Baru
Kepemimpinan oleh penatua dibantu diaken.
SIMPLE CHURCH NETWORK; PELAYANAN JARINGAN ANTAR KOMUNITAS KECIL:
Sebagai wadah jejaring antar komunitas kecil untuk saling menguatkan, menolong & memperlengkapi; juga menjaga kesatuan sebagai Keluarga Allah dalam visi, missi, nilai dan strategi.
Dimana sebulan sekali diadakan pertemuan bersama antar penatua & juga komunitas kota, secara berkala akan diperlengkapi oleh tim apostolik/pelayanan lima jawatan dari dalam maupun luar negeri.
Diharapkan melalui jejaring ini “gereja kota” berdampak bagi kota dimana mereka tinggal melalui pelayanan holistik hingga nama Bapa di sorga dipermuliakan
Bekerjasama dengan YWAM Publishing dan Vineyard Publishing kami menawarkan beberapa paket buku. Melalui pembelian paket buku rohani ini bukan saja anda dapat mengembangkan kapasitas rohani anda namun juga menjadi rekan seperjuangan atau partner kami dalam pelebaran Kerajaan Tuhan.
PAKET 1; dengan memberikan donasi Rp.100.000 anda dapat memilih 3 jenis buku yang berbeda judul & tertera di bawah ini (sudah termasuk ongkos kirim):
10 Prinsip Penanaman dan Pengembangan Gereja (David Garrison) [GEREJA]
Doa Syafaat, Gairah dan Kepuasan (Joy Dawson) [DOA]
Berbagai Cara Allah dalam Kesembuhan (Joy Dawson) [DOA]
Kesembuhan lewat Peperangan Rohani (Dr. Peggy Scarborough) [DOA]
Bersahabat Akrab dengan Allah (Joy Dawson) [DOA]
Pemimpin Yang Revolusioner (Tri Robinson) [KEPEMIMPINAN]
Pelayanan Penyembahan yang Efektif (Tom Kraeuter) [WORSHIP]
Pelayanan Metropolitan (Floyd McClung) [MISSI PERKOTAAN]
Gerakan Roh Kudus di Jendela 10/40 (Luis Bush & Beverly Pegues) [KESAKSIAN & DOA]
Teologi Kerajaan Allah (Derek Morphew) [TEOLOGIA]
PAKET 2; dengan memberikan donasi Rp.50.000 anda dapat memilih 5 jenis booklet yang tertera di bawah ini (sudah termasuk ongkos kirim) :
35 Inventoris Keinginan Daging (Yusak Tanasyah) [PERTUMUBUHAN ROHANI]
Singles & Seks (Dean Sherman) [HUBUNGAN]
Farisi, Saduki atau Yesus (Dean Sherman) [KARAKTER]
Sepuluh Langkah Doa Syafaat (Joy Dawson) [DOA]
Istri Lebih Dari Satu ? (Yusak Tanasyah) [KELUARGA]
7 Cara Menghadapi Pemimpin Yang Salah (Floyd McClung) [HUBUNGAN]
Tujuh alasan Anda Menang Atas Setan (Yusak Tanasyah) [PERTUMBUHAN ROHANI]
50 Tanda Kesombongan (Yusak Tanasyah) [PERTUMBUHAN ROHANI]
Mendengar Suara Allah (Loren Cunningham) [DOA]
Pribadi Yang Unggul Lepas Dari Dosa (Floyd McClung) [PERTUMBUHAN ROHANI]
Karakter Seorang Yang Berkata “Pergi” (Joy Dawson) [DOA]
Bagaimana Berdoa Untuk Seorang Di Dekat Anda Yang Jauh Dari Tuhan (Joy Dawson) [DOA]
Buku-buku ini telah mengubah banyak jiwa menjadi agen perubahan Tuhan di hampir belahan dunia. Diterbitkan oleh Youth With A Mission, didirikan oleh Loren Cunningham dan menjadi salah satu organisasi missi terbesar di dunia dan juga gereja Vineyard yang dipakai Tuhan untuk membawa berbagai pemulihan dalam tubuh Kristus, terutama dalam bidang pemulihan dan kesembuhan yang dibapai pendirinya John Wimber.
Bila anda berminat menjadi rekan seperjuangan kami dengan membeli PAKET 1 atau PAKET 2. Anda dapat mentransfer uang ke BCA cabang Bandung II no rek 0081824788 atas nama Dave Broos. Lalu konfirmasikan pada kami melalui SMS judul buku yang anda minati, jangan lupa nama dan alamat lengkap, ada pun nomor HP kami 081330135643.
Mari kita bekerja bersama membangun Kerajaan Tuhan, sambil terus bertumbuh sebagai murid Kristus. Terimakasih atas perhatian kalian, juga atas kebersamaan ini.
KEEP ON MOVING UNTIL JESUS COMING AGAIN. GOD BLESSES YOU, ALL.
Pdt. Dave Broos