Senin, 08 Desember 2014

Gerombolan Punk di Kab Bandung Resahkan Warga

Gerombolan Punk di Kab Bandung Resahkan Warga

Oleh: Dani R Nugraha

ilustrasi - blogspot.com
INILAH.COM, Bandung - Warga Kabupaten Bandung resah dengan bermunculannya gerombolan anak punk beberapa bulan terakhir ini. Meski tidak melakukan tindakan kriminal, keberadaan anak-anak punk di beberapa perempatan jalan tetap meresahkan.

Agnia Putri Restina (17), salah seorang siswi SMU di Soreang, mengaku risih dan ketakutan, jika bertemu dengan mereka. Apalagi, mereka biasanya bergerombol di halte tempat pemberhentian angkutan umum. Seperti yang terlihat di perempatan Jalan Raya Al Fathu Soreang.

"Kalau kita sedang nunggu angkot. Mereka suka ngegoda, ulahnya macem-macem, sampai ada yang colek-colek dan mulutnya bau minuman keras. Jelas kami takut, apalagi kalau kita nunggu angkotnya sendirian, " kata Agnia, Selasa (19/2).

Tidak hanya ulahnya saja, kata Agnia, dandanan mereka yang tidak lazim pun cukup menakutkan. Rambut mohawk, pakaian serba hitam ketat dan lusuh dengan berbagai aksesoris.

Keresahan lainnya juga disampaikan oleh Ipah Saripah (55) menurutnya, keberadaan anak punk di beberapa perempatan jalan di Kabupaten Bandung, membuat warga setempat jengah.

Selain mengamen terkadang mereka juga masuk ke komplek Pemerintahan Kabupaten Bandung. Apalagi jika sore hari di Komplek Pemkab Bandung, sering dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk olahraga atau sekadar jalan-jalan.

"Yah risih dan takut, kenapa mereka itu berpenampilan seperti itu. Apa mereka itu tidak sekolah dan orang tuanya tidak memarahinya," ucap Ipah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, keberadaan gerombolan anak punk ini, terlihat di beberapa perempatan dan tepi- tepi jalan di Kabupaten Bandung. Selain di perempatan Jalan Raya Al Fathu Soreang, komunitas ini juga terlihat di daerah Kopo Sayati, pertigaan Baleendah depan Rumah Sakit Al Ihsan, Rancaekek, Majalaya dan beberapa daerah lainnya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung, Purnama SP, mengatakan pihaknya akan segera melakukan penertiban.

Anak punk akan diamankan untuk dibina dan dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Mengingat, rata-rata usia mereka masih tergolong muda. Atau bisa dikatakan masih dalam masa usia produktif.

"Hari ini juga kami akan melakukan penertiban. Terutama yang berada di perempatan Jalan Raya Al Fathu dekat Pemkab Bandung. Selain itu, kami juga akan menertibkan di beberapa tempat lainnya," tegas Purnama.

Diakui Purnama, kewenangan penertiban jika terjadi gangguan ketertiban umum (Tibum) memang berada ditangan Satpol PP. Namun, jika sudah melakukan tindakan kriminal maka pihaknya akan menyerahkan kepada pihak Kepolisian.

"Kami akan lihat dulu, sejauh mana perilaku mereka ini. Kalau sampai ada tindakan pidana, akan kami serahkan kepada Polisi. Nah kalau mengganggu ketertiban umum jelas akan kami tindak," terangnya.

Selain akan ditertibkan, kata Purnama, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Agar mereka bisa mendapatkan pembinaan dan pelatihan keterampilan kerja sehingga, dapat mandiri dan tidak lagi turun ke jalanan.

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinsos dan instansi terkait lainnya. Agar jangan cuma mengamankan saja, tapi ada upaya pembinaan lain," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung, Nina Setiana, mengatakan pihaknya akan melakukan pendataan identitas mereka. Lalu akan diberikan pembinaan, sosial maupun keterampilan kerja.

"Kami akan melakukan pendataan dan memberikan pelatihan keterampilan kerja kepada anak-anak jalanan ini. Namun memang, hingga saat ini Dinsos belum punya panti sosial. Jadi akan kami serahkan ke panti sosial milik Provinsi Jabar. Atau kami sendiri yang melakukan pelatihan di luar panti," ujarnya.

Nantinya, mereka bisa diikutsertakan ke dalam berbagai pelatihan kerja. Seperti perbengkelan, kerajinan dan lain sebagainya. [ito]

Tidak ada komentar: